Rabu, 24 Oktober 2012

Kalkulasi Hidup : Cerminan Atau Sebuah Penolakan

Sore hari selepas pukul 17.00 dimana kerjaan sudah beres, saya pun membuka sebuah forum yang isinya hanya obrolan-obrolan ringan tapi terkadang informatif. Selintas page demi page saya buka, dan sampailah pada page kesekian dengan sebuah judul threads " 12 Hal yang Sebaiknya Anda Pelajari Saat 22 Tahun" saya akan coba mengkopi pastekan threads tersebut disini, entah kenapa saya pun enggan berkomentar dalam threads tersebut, tetapi hanya ingin menuliskan sedikiti sudut pandang dari ke-12 hal tersebut.

Waktu berlalu dengan cepat. Tampaknya baru kemarin kita berusia 12 tahun, sedang bermain sepeda di sekitar rumah. Saat berusia 22 tahun, banyak yang memutuskan untuk menikah dan berhenti sekolah, dan dengan uang pinjaman yang ada, banyak yang berpikir akan menjadi milioner saat berusia 30 tahun. Atau sejelek-jeleknya usia 35 tahun. Namun pada realitanya, segala sesuatu tidak berjalan semulus rencana.

Jika saat ini anda berusia 40 tahun, ada beberapa hal yang sebaiknya anda katakan kepada diri anda yang sedang berusia 22 tahun.

1. Selesaikan pendidikan anda.2. Uang tidak membusuk, simpanlah.3. Jangan beli rumah pertama yang anda lihat.4. Bangunlah sebuah kebiasaan untuk hidup sesuai anggaran.5. Belajarlah untuk ber-negosiasi dalam segala hal.6. Pastikan anda dilindungi asuransi kesehatan setiap saat.7. Waktu berkualitas di kantor memang penting, namun jumlah waktu anda di rumah-lah yang terpenting.8. Jangan dengarkan mereka yang mengatakan bahwa ada jalan singkat menuju kekayaan.
9. Pastikan pasangan anda memiliki nilai yang sama dengan diri anda.10. Belajar membangun jaringan.11. Never accept a job just because the pay is higher.12. Percaya, namun pastikan.
Sumber : klik

Dari beberapa poin-poin tersebut betapa sebuah poin kehidupan terlalu terkalkulasi dan terencana dengan matang, terkonsep dengan sebegitu indahnya sehingga memberikan kesan ke kakuan dalam menjalani, mengarungi dan merasakan makna yang sesungguhnya akan hidup. Tapi ada beberapa poin yang secara tidak sadar kita lakukan, ketika  kita menjalani hidup seperti hakikatnya seorang manusia yang tidak dapat hidup sendiri. Pada akhirnya ini adalah sebuah nasihat penting atau mungkin tips and trick bagi para freshgraduated seperti saya. Bagaimana dengan anda??

Jumat, 12 Oktober 2012

Mr.Commitment

Sebetulnya ini buku saya dapatkan dari rak-rak buku yang tidak terjamah di sebuah toko buku tidak ternama, dna juga berharga ditambah kortingan 15 %. Buku ini merupakan karya kedua dari Mike Gayle
Buku ini berkisah tentang seorang Ben Duffy yang menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Mel, sekilas membaca buku ini membuat kita semua dibawa ke sebuah kota di london dengan kesibukan orang-orang disana dari mulai bangun di pagi hari hingga aktivitas malam. Kenapa? karena pasangan ini memiliki dua latar belakang yang berbeda, Ben Duffy adalah seorang komedian (mungkin di indonesia dapat dikatakan Comic a.ka stand up comedy) yang setiap malam berpentas dari bar ke bar. Sedangkan Mel adalah seorang wanita yang bekerja full time di sebuah agensi periklanan.
Disaat kita mendalami kisah-kisah mereka kita pun di bawa kedalam sebuah hubungan bernuansa Eropa, kisah percintaan yang sungguh elegan, klasik namun penuh makna, hal tersebut ditunjukan dengan sebuah pengorbanan Duffy (begitu panggilan dalam novel tersebut) datang ke apartemen Mel hanya untuk melihat apakah kondisi Mel baik-baik saja setelah meminum Wine dan jus jeruk (masih kebayang ingin merasakan nya-jus jeruk campur wine). Setelah itu kita pun di bawa kedalam kisah percintaan yang modern ditunjukan dengan sebuah adegan seorang perempuan yang melamar laki-laki, apakah hal ini dikarenakan konsep emansipasi itu? Nah terlewat dari hal-hal percintaan, novel ini juga mengangkat sebuah ketakutan akan berkomitmen karena kejadian-kejadian yang dialami Duffy di masa lalu.
Tetapi tetap pada akhirnya sebuah novel sinetron cinta tetap ada pada posisi happy ending, tetapi Mike Gayle sangat pintar memberikan sebauh detail-detail yang membuat para pembaca berimajinasi, karena Mr Duffy selalu memberikan sebuah bayangan-bayangan tentang apa yang sedang dia lihat. Well, buku ini sangat cocok untuk seseorang yang menginginkan kisah cinta yang elegan namun klasik, dan pesan dari buku ini cintailah seseorang dengan tulus, karena hubungan yang lama tidak akan bisa berakhir sebagaimanapun usaha kamu mengakhirinya. 

Jumat, 28 September 2012

Bekerja, Radikal Dan Perut Melilit : Refleksi Seorang Pustakawan Baru

Tulisan ini merupakan sebuah refleksi singkat akan perdebatan yang saya baca, lihat dan sedikit berkomentar di sebuah milist dan bersambung dalam sebuah group FB. Tulisan ini juga sedikit menyita waktu istirahat siang juga menyita waktu pulang kerja untuk seraya tenggelam dalam ayunan pulau kapuk. Sedikit mendayu-dayu mungkin tulisan awal saya, tapi memang saya bermaksud untuk membuat seorang yang tidak sengaja membaca blog ini menjadi tersadarkan akan sebuah refleksi dan penambahan pengetahuan pada bidang pekerjaan yang kita namakan "Penjaga Buku", Ups salah Pustakawan.


Sebenarnya untuk menjadi "Penjaga Buku" itu tidak sulit, kenapa saya tuliskan tidak sulit, karena memang seseorang yang tidak mengenyam pendidikan pun bisa dengan mudah dan gampang untuk menjaga buku, bagaimana, betul??. Nah, yang sulit itu malah sedikit naik tingkat penamaannya yaitu menjadi Pustakawan. kenapa saya sebut sulit? karena ini terkait dengan isi dari yang namanya UU No 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan ( pasti persepsi orang kalo udah berkaitan dengan yang namanya Hukum itu menjelimet makanya saya mulai dengan undang-undang..hehe). Sudah tidak usah terlalu banyak membahas undang-undang, karena ini bukan legal draft atau legal opinion dari seorang pustakawan. Dilihat dari judul tulisan ini, terdapat tiga awalan kata yang sungguh nyentrik, Bekerja, Radikal, Dan Perut Melilit. Rangkaian kata yang menurut saya yang nulis (mencoba narsis) sangat indah. Coba mari kita telaah makna-makna nya 

Bekerja menurut saya adalah sebuah kegiatan/aktifitas yang kita lakukan atas dasar pencapaian tujuan tertentu seperti yang kita inginkan, (klik disini apabila ingin lebih tau kerangka filosofi tentang "bekerja")
Radikal sebetulnya saya kurang faham dengan kata ini, hanya saja kata ini terlihat keren ketika saya tulisakan dan saya sandingkan dengan kata-kata bekerja. Kata ini terlihat mengandung sebuah makna yaitu kekerasan yang digagas untuk memaksakan melakukan sebuah perubahan atas dasar kepentingan-kepentingan tertentu (mungkin yang baca bisa search sendiri makna dari radikal ini).Dan yang terakhir adalah, Perut Melilit. kata-kata ini sebetulnya kata-kata kasar yang sungguh tidak pantas diucapkan oleh seorang yang berpendidikan. Hanya saja ketika saya dalami makna kata tersebut merupakan penggambaran akan sebuah pemuas nafsu berdasarkan sebuah kepentingan. Dan sebenarnya ketiga kata itu dapat menjalin benang merah dengan sendirinya, dalam tulisan ini saya mencoba menelaah kenapa hal itu terjadi.

Bekerja itu adalah sebuah kegiatan/aktifitas yang (mungkin) saat ini sedang kita jalani, kalau misalkan salah seorang dari kita tidak menjalaninya yah tidak apa-apa, tidak akan mengganggu makna harfiah. Karena bekerja itu tidak mesti harus jadi pegawai, contohnya pengusaha : bekerja untuk diri nya sendiri, pelajar yah bekerja untuk mendapatkan ijazah, pengangguran : bekerja untuk mendapatkan aktivitas yang menghasilkan. menurut saya sih kalau organ tubuh atau pikiran kita bergerak sedikit saja berarti itu kita sudah bekerja, bagaimana, betul?? tapi dalam konteks bekerja "Pustakawan" itu sendiri saya ini yang masih newbie kadang merasa kebingungan, kan kerjaan pustakawan yah gitu-gitu ajah, kadang orang kantor sirik, ih enak nya kerjaan lo, bacain koran, buku, makalah, dll...." hhahaha...itulah keuntungan kerja Pustakawan. Sampai tulisan ini terbentuk pun saya masih terngiang-ngiang maksud dari statment "Banyak yang mau kerja jadi pustakawan, tapi yang bisa kerja susah". Nah Lho....

Kalau, Radikal berarti kekerasan untuk memaksakan, sebetulnya kalau tidak pake kata kekerasan berarti bukan memaksakan..hehhe... dan berlanjut radikal itu adalah sebuah jalan idealisme-an, bagaimana seseorang melakukan proses bergeraknya. Biasanya radikal ini berhubungan dengan ke-idealisme-an yang merujuk pada pola pikir seseorang untuk bertindak. Selain itu juga, ke-Radikal-an ini sepatutnya tidak kita kerjakan karena terlalu banyak sisi negatif yang akan muncul, kenapa? coba bayangkan sesuatu yang selalu dipaksakan itu tidak akan ada hasil yang mengandung sisi positif. Jadi yah biarkan lah ke-Radikal-an ini ada dalam pola pikir kita, dalam pemikiran kita sehingga hanya berdampak pada keinginan untuk sempurna pada sebuah hal yang dipandang oleh seseorang tersebut.

Sedangkan Perut Melilit ini dimaknai biasanya dengan kemakmuran materil, yah UUD lah seperti awal-an pembahasan tulisan ini, tetapi ini beda arti kepanjangan klo ini UUD (ujung-ujung nya duit). Hal ini lah yang menjadi kendala beberapa orang yang bekerja, Apalagi orang-orang yang freshgraduated yang belum punya pengalam atau pengalaman magangnya saja tidak dihargai karena tidak relevan. Saya pun merasa kebingungan ,diperdebatkan soal standar-standar tentang duit segini, gaji segitu. Tetapi mungkin yang namanya manusia itu tidak pernah ada puasnya, karena setiap manusia diberikan seberapa besar pun selalu saja mengatakan kurang (inget, cerita tukang batu yang menjadi batu), Apakah kurangnya itu disebabkan oleh regional suatu wilayah, atau insflasi mata uang atau jangan-jangan ada tuyul dalam dompet kita sehingga terasa kita selalu kurang dan kurang terus.

Maka, Bekerja yang sedikit dibumbui idealisme (ke-Radikal-an yang diperhalus) itu menghasilkan (tergantung) perut melilit atau perut buncit, ngerti kan maksudnya..?? g ngerti?? saya juga g ngerti...hehehhe.... tetapi begitu pun sebaliknya, kalau misalkan perut kita melilit, kita tidak akan bisa berpikir (idealisme, ke-radikal-an yang diperhalus) dan tidak akan bisa bekerja. Ah saudahlah kok serasa diputer-puter gini...hehhee,,, ini udah waktunya saya pulang. Semoga kemacetan ibu kota sedikit memberikan inspirasi untuk saya.

Majapahit, 27 September 2012.

WARNING !!

PLAGIAT ADALAH TINDAKAN YANG BISA MENDAPATKAN SANKSI BACA SENDIRI UU RI No 19 TAHUN 2002 BAB XIII Ketentuan Pidana Pasal 72, APABILA MAU MENGOPI-PASTE TULISAN DISINI GUNAKAN SITASI YANG BAIK DAN BENAR