![]() |
| (Human-Organization-Technology Fit Model, Yusof,etal :2006)
SISTEM DAN MODEL
Gambar diatas adalah sebuah model yang digunakan untuk memaparkan atau mengkaji sebuah proses terjadinya sistem, model tersebut dapat memaparkan dengan jelas aspek-aspek yang terkandung dalam sebuah sistem seutuhnya. Dalam hal ini, konsep sistem yang tersusun dari berbagai macan entitas-entitas yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. That's the point, kenapa tidak bisa dipisahkan satu sama lain? karena apabila salah satu dari sistem itu dihilangkan maka namanya bukan sistem, seperti yang om Wiki bilang
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Mungkin cukup dengan om wiki saja saya menjelaskan perihal sistem sendiri, bagi mungkin yang sedang mencari literaturnya coba cari di beberapa buku pasti tidak jauh beda, mengandung kata Suatu Kesatuan dan ditambahkan dengan kata Dihubungkan Bersama.
Nah, sistem ini bisa dicatutkan atau dihubungkan dengan berbagai macam objeknya. Objeknya itu baik berupa Negara, Keuangan, Pemerintahan, Politik, Informasi Dst. Karena secara tidak sadar semua yang ada di ranah kehidupan kita ini merupakan hasil dari sebuah distorsi sistem lho, seperti yang Anthony Giddens sampaikan dalam teorinya
Kerancuan kita dalam melihat objek kajian ilmu sosial. Objek utama ilmu sosial bukanlah "peran sosial" seperti dalam fungsionalisme Parsons, Bukan juga seperti kode tersembunyi dalam strukturalisme Levi-Strauss, bukan juga "keunikan situasional" seperti dalam interaksionisme-simbolis Goffman. Bukan keseluruhan, bukan bagian, bukan struktur, dan juga bukan pelaku perseorangan, melainkan titik temu antara keduanya. Itulah praktik sosial yang berulang serta terpola dalam lintas ruang dan waktu.
Seperti hal nya sebuah sistem di pandangan oleh model HOT Fit ini, poin-poin nya dan ujungnya adalah kesesuaian.
Tapi perlu diingatkan faham itu dapat berlaku kalau kita melepaskan sebuah unsur-unsur matematis dari keutuhan sistem, jadi kita pandang sistem itu berdasarkan kaidah sosial, kaidah-kaidah kemanusiaan. Sehingga nantinya proses-proses, alur-alur yang menjadikannya sesuai itulah yang akan kita lihat dan kita analisis.
EVALUASI yang KUALITATIF
Pasti banyak yang bertanya, maksudnya apa evaluasi yang kualitatif?? yah evaluasi kualitatif adalah penilaian yang bersifat subjektivitas untuk mendapatkan sebuah nilai utuh yang potensial guna mengembangkan aspek-aspek yang sudah ada, itu menurut saya. Oleh karena saya bukan siapa-siapa, mari kita urutkan pemaknaan evaluasi itu sendiri sehinggan nantinya bisa keluar pendapat saya seperti di atas. Evaluasi sendiri menurut ilmuwan-ilmuwan juga peneliti-peneliti yang berada di ranah sosiologi, psikologis, ilmu-ilmu behavior lebih menekankan pada sebuah proses, perolehan, penggambaran, penyediaan informasi yang berguna untuk menemukan sebuah alternatif keputusan dan dasar penetapan permasalahan yang terjadi itu seperti apa dan dapat menjadikan masalah itu buah potensial sehingga dapat diperbaiki kedepannya.
Seperti halnya pendapat dari Matthews ”Evaluasi adalah process of delineating, obtaining and providing useful information for judging decision alternatives. Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternative keputusan. Dalam evaluasi ada beberapa unsur yang terdapat dalam evaluasi yaitu : adanya sebuah proses (process), perolehan (obtaining), penggambaran (delineating), penyediaan (providing), informasi yang berguna (useful information) dan alternative keputusan (decision alternatives)”
Sedangkan kualitatif itu sendiri menurut om Wiki
Penelitian kualitatif adalah
(5)Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.
Mari kita kaitkan sebuah landasan penelitian kualitatif dengan sebuah analisis yang evaluatif, pendekatan kualitatif menghasilkan sebuah data subjekif yang deskriptif (menggambarkan) secara jelas (karena memakai teknik wawancara mendalam ).
Tapi tolong diingat, metode atau pendekatan ini hanya digunakan pada kajian-kajian ranah sosial jangan sampai salah kaprah yah, pendekatan ini tergantung dari objek yang kalian lihat (jadi apabila objeknya hanya memandang satu bagian yah pendekatan ini sama sekali tidak dapat dipakai!!).
Sekian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat.
|
sebuah narasi singkat tentang pembelajaran hidup, dengan keterbatasan pemikiran.
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Agustus 2012
Human-Organization-Technology Fit Model : Evaluasi Sistem bukan Evaluasi Teknologi
Senin, 24 Oktober 2011
Fungsi Perpustakaan di Pulau Kapuk.
Selintas fungsi perpustakaan yang terdapat dalam falsafah kepustakawan, seperti yang dijelaskan oleh Wiji Suwarno terdapat lima fungsi yaitu pendidikan, informasi, penelitian, rekreasi, dan preservasi (Suwarno, 2007: 46). Kelima fungsi tersebut merupakan paduan, dimana ketika kelima fungsi tersebut saling berkesinambungan satu sama lain. Satu per satu fungsi tersebut berjalan ketika fungsi-fungsi tersebut memiliki sebuah “pengguna” dari fungsi tersebut. Hanya saja, mari kita lihat beberapa kasus belakangan ini masih banyak yang menamakan dirinya sebagai “perpustakaan” masih saja belum memenuhi ke-lima fungsi tersebut. Titik tolak dari berjalannya kelima fungsi tersebut adalah dari “perpustakaan” yang mulai menjalankan ke-lima fungsi tersebut, hanya saja di indonesia ini mungkin karena pola-pola budaya membaca masih minim, yah memang karena kita dari awal merupakan penganut budaya lisan, sehingga fungsi-fungsi perpustakaan berlandaskan falsafah kepustakawan yang diungkapkan oleh Wiji Suwarno di atas menjadi tergantikan oleh media pertelevisian, malah bahkan sekarang media globalisasi (internet) yang mendominan atas fungsi-fungsi tersebut.
Kesan perpustakaan yang berbasis Hi-Tech kini telah digaung-gaungkan di indonesia, mari kita kembali bertanya apakah konsep tersebut sudah cocok digunakan atau malah dilaksanakan di beberapa organisasi yang disebut “perpustakaan” di negara kita ini? Konsep teknologi yang di agung-agung kan tersebut, masih kalah dari pertelevisian. Coba kita lihat budaya “urusan perut lebih penting” masih sangat fasih bangsa kita anut. Hanya saja segelintir orang mungkin tidak seperti itu, tapi apakah dengan segelintir orang tersebut menjadi berperan untuk mengingatkan yang lainnya untuk melirik perpustakaan. Sudahlah jangan dulu memandang teknologi, karena teknologi hanya sebagai alat bantu. Nah yang menjalankannya siapa? Perpustakaan? Bukan, perpustakan hanyalah sebuah organism yang mati, organism itu hidup ketika didalamnya terdapat sebuah aktifitas, dan yang menjalankan aktifitas tersebut adalah manusia, atau dalam istilah orang-orang perpustakaan memanggilnya pustakawan.
Mari kita tengok terhadap UU No.43 tahun 2007 tentang perpustakaan, disana tercantum dari mulai kebijakan, jenis, sumber daya, bentuk pengolaan, dan fungsi perpustakaan. Nah, mari kita tinjau kembali apakah dengan adanya program PerpuSeru yang diluncurkan oleh Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) pada hari senin 17 Oktober 2011 di jakarta. Program ini merupakan program pengembangan perpustakaan yang difokuskan pada penyediaan akses perangkat teknologi, pelatihan pengurus, serta advokasi bagi 40 perpustakaan umum di tingkat KABUPATEN di seluruh Indonesia. Saya menyangkan kenapa tingkat kabupaten? Kenapa tidak tingkat masyarakat secara individu. Coba tengok perpustakaan setingkat kabupaten mau menengok tidak kebawah, mungkin hanya sekedar formalitas saja menurut saya. Coba lihat pahlawan perpustakaan di salah satu daerah di darangdan, desa gununghejo, kab.purwakarta, prov jawa barat. Selain itu lihat juga :
Kenapa tidak beliau-beliau saja yang diberikan bantuan...?
Apalagi didukung dengan pernyataan Kepala Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Tarmizi A. Karim mengatakan, perpustakaan memiliki peranan yang penting dan strategis sebagai sumber informasi, sekaligus pemberi inspirasi bagi masyarakat dalam upaya mengembangkan dirinya.
Semoga perpustakaan setingkat kabupaten lebih melirik-lirik masyarakat yang memang mau “membaca” tetapi sangat tidak punya akses kepada “informasi” tersebut. Hal inilah yang menjadi Pekerjaan Rumah para pustakwan di indonesia. Selain itu, kembali saya mengutip pendapat Kepala Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Tarmizi A, “Masyarakat, khususnya generasi muda, tidak boleh melupakan pentingnya keberadaan perpustakaan. Program PerpuSeru merupakan langkah awal yang patut kita hargai, dimana inisiatif ini turut mendukung pemerataan teknologi, sekaligus memperkecil jarak ketertinggalan di tengah masyarakat. Upaya ini sejalan dengan pencapaian Prioritas Pembangunan Nasional, yang salah satunya di bidang Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan. Untuk itu, Kementerian Dalam Negeri siap membantu dan memfasilitasi kelanjutan program ini, termasuk pengembangan model yang sama bagi pemerintah daerah lainnya," kata Karim dalam peluncuran PerpuSeru.
Semoga kedepannya fungsi-fungsi ini berjalan, apalagi dengan adanya konsep HI-Technology yang di usung oleh program CSR dari the Global Libraries Initiative at the Bill & Melinda Gates foundation. Dan menjadi sebuah cambukan bagi pemerintah indonesia, untuk melihat kembali Undang-Undang yang telah pemerintah buat.
Sumber Inspirasi :
Suwarno, Wiji. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan : Sebuah Pendekatan Praktis. Yogyakarta:Ar-Ruzz.
Inggried Dwi Wedhaswary.2011.Diluncurkan, Program "PerpuSeru"!. Kompas Avaliable At : http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/18/09315041/Diluncurkan.Program.PerpuSeru.
Minggu, 30 Januari 2011
indah dilihat, tapi 'muntah' ketika di baca.
tulisan ini berawal dari sebuah pembacaan makna dalam sebuah tulisan singkat 'tradisi lama'.
Kehidupan yang sungguh sangat mengenal tanda tanya dan tanda seru, bergejolak seperti didihan air 100 derajat celcius. semuanya tampak bergejolak, sehingga memberikan kebutaan bagi telur dadar yang direbus. begitulah, ungkapan pikiran seorang manusia yang terbelenggu akan pembelajaran hidup. Dunia ini sudah brutal dan di penuhi dengan kesesataan, tergantung bagaimana manusia memilih jalan.
pengalaman adalah buah dimana konsep mulai di uji coba oleh manusia, konsep yang kebetulan manusia dapatkan dari pembelajaran sehingga memberikan sebuah dikotomis anarkis dalam hidup ini. pembicaraan budaya, dan transaksi sosial tidak akan pernah berhenti samapi ke batas akhir kehidupan, yaitu kematian.
sungguh singkat, dan sangat nyata sehingga kita tidak dapat melihatnya dua atau tiga kali.
pengetahuan yang memberikan kita akan kebutaan proses merasakan sebuah proses mendapatkan pengetahuan. sehingga memberikan dorongan ego yang sangat tinggi untuk mencerminkan bagaimana sebuah kedigjayaan tahta itu berkuasa. kembali, ke dalam sebuah historical kebudayaan yang amat singkat sehingga menimbulkan kecemburuan sosial bagi manusia-manusia berpengetahuan.
pengetahuan membuat kita sedikit terangkat, tetapi sedikit menimbulkan kseombongan tersendiri. sampai kita lupa, dari mana kita berasal dan darimana awal proses kita sampai mendapatkan hasil. hasil yang membuat kita sombong. dunia ini tidak hanya cukup dengan pandangan unsur pengetahuan, masih banyak rahasia-rahasia lain di luar jangkauan pengetahuan itu. yah cukup saja saya menilai kita masih BUTA. masih perlu banyak BELAJAR dari banyak hal.
manusia tetap saja manusia, memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, jangan di samakan dengan binatang, apalagi malaikat. dunia ini sempurna, tapi isi dari dunia ini tidak ada yang sempurna. jang terlalu khawatir, dan jangan terlalu optimis. sebuah penantian panjang pasti ada ujungnya ( tidak sama dengan konsep menunggu godot. red )manusia itu dipilih dan memilih, bagaimana konsep yang sudah ada dalam benaknya.
Kehidupan yang sungguh sangat mengenal tanda tanya dan tanda seru, bergejolak seperti didihan air 100 derajat celcius. semuanya tampak bergejolak, sehingga memberikan kebutaan bagi telur dadar yang direbus. begitulah, ungkapan pikiran seorang manusia yang terbelenggu akan pembelajaran hidup. Dunia ini sudah brutal dan di penuhi dengan kesesataan, tergantung bagaimana manusia memilih jalan.
pengalaman adalah buah dimana konsep mulai di uji coba oleh manusia, konsep yang kebetulan manusia dapatkan dari pembelajaran sehingga memberikan sebuah dikotomis anarkis dalam hidup ini. pembicaraan budaya, dan transaksi sosial tidak akan pernah berhenti samapi ke batas akhir kehidupan, yaitu kematian.
sungguh singkat, dan sangat nyata sehingga kita tidak dapat melihatnya dua atau tiga kali.
pengetahuan yang memberikan kita akan kebutaan proses merasakan sebuah proses mendapatkan pengetahuan. sehingga memberikan dorongan ego yang sangat tinggi untuk mencerminkan bagaimana sebuah kedigjayaan tahta itu berkuasa. kembali, ke dalam sebuah historical kebudayaan yang amat singkat sehingga menimbulkan kecemburuan sosial bagi manusia-manusia berpengetahuan.
pengetahuan membuat kita sedikit terangkat, tetapi sedikit menimbulkan kseombongan tersendiri. sampai kita lupa, dari mana kita berasal dan darimana awal proses kita sampai mendapatkan hasil. hasil yang membuat kita sombong. dunia ini tidak hanya cukup dengan pandangan unsur pengetahuan, masih banyak rahasia-rahasia lain di luar jangkauan pengetahuan itu. yah cukup saja saya menilai kita masih BUTA. masih perlu banyak BELAJAR dari banyak hal.
manusia tetap saja manusia, memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, jangan di samakan dengan binatang, apalagi malaikat. dunia ini sempurna, tapi isi dari dunia ini tidak ada yang sempurna. jang terlalu khawatir, dan jangan terlalu optimis. sebuah penantian panjang pasti ada ujungnya ( tidak sama dengan konsep menunggu godot. red )manusia itu dipilih dan memilih, bagaimana konsep yang sudah ada dalam benaknya.
keluhkan dan bicarakan rasa mu, dunia ini adalah bagian dari sebuah rasa irasional dam konsep pikiran-pikiran dalam pengetahuan.
cobalah sedikit bertanya, siapa diri kita sebenarnya?
(Bandung, kamar dingin menusuk hati)
Langganan:
Postingan (Atom)
WARNING !!
PLAGIAT ADALAH TINDAKAN YANG BISA MENDAPATKAN SANKSI BACA SENDIRI UU RI No 19 TAHUN 2002 BAB XIII Ketentuan Pidana Pasal 72, APABILA MAU MENGOPI-PASTE TULISAN DISINI GUNAKAN SITASI YANG BAIK DAN BENAR
