Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

Mata Uang Baru Itu Bernama Data (Kutipan)

Sore hari ketika sedang tidak ada pekerjaan apa-apa saya iseng browsing tentang ilmuwan data, dan saya menemukan artikel seperti di bawah ini :

Begitu pentingnya data bagi bisnis digital dan sudah jadi mata uang baru, salah satu profesi yang paling seksi di era ini adalah data scientist atau ilmuwan data. Ainun Nadjib, penggagas KawalPemilu yang fenomenal itu kini bekerja sebagai data scientist di sebuah perusahaan digital di Jakarta.
sumber : kompasiana
 Mau tak mau kita harus setuju dengan argumen ini: if something is free, then you're the product.
Sampai di sini anda sudah memahami mengapa sebuah penyedia produk gratis bisa menghasilkan keuntungan raksasa dan jadi perusahaan paling kaya di planet ini.

Selengkapnya bisa dibaca : http://www.kompasiana.com/hilmanfajrian/mata-uang-baru-itu-bernama-data_564c2214b19273b106541023
Begitu pentingnya data bagi bisnis digital dan sudah jadi mata uang baru, salah satu profesi yang paling seksi di era ini adalah data scientist atau ilmuwan data. Ainun Nadjib, penggagas KawalPemilu yang fenomenal itu kini bekerja sebagai data scientist di sebuah perusahaan digital di Jakarta. Sampai di sini anda sudah memahami mengapa sebuah penyedia produk gratis bisa menghasilkan keuntungan raksasa dan jadi perusahaan paling kaya di planet ini.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hilmanfajrian/mata-uang-baru-itu-bernama-data_564c2214b19273b106541023
Begitu pentingnya data bagi bisnis digital dan sudah jadi mata uang baru, salah satu profesi yang paling seksi di era ini adalah data scientist atau ilmuwan data. Ainun Nadjib, penggagas KawalPemilu yang fenomenal itu kini bekerja sebagai data scientist di sebuah perusahaan digital di Jakarta. Sampai di sini anda sudah memahami mengapa sebuah penyedia produk gratis bisa menghasilkan keuntungan raksasa dan jadi perusahaan paling kaya di planet ini.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hilmanfajrian/mata-uang-baru-itu-bernama-data_564c2214b19273b106541023
Begitu pentingnya data bagi bisnis digital dan sudah jadi mata uang baru, salah satu profesi yang paling seksi di era ini adalah data scientist atau ilmuwan data. Ainun Nadjib, penggagas KawalPemilu yang fenomenal itu kini bekerja sebagai data scientist di sebuah perusahaan digital di Jakarta. Sampai di sini anda sudah memahami mengapa sebuah penyedia produk gratis bisa menghasilkan keuntungan raksasa dan jadi perusahaan paling kaya di planet ini.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hilmanfajrian/mata-uang-baru-itu-bernama-data_564c2214b19273b106541023

Rabu, 04 Juli 2012

Tempat Tinggal Kontrak : Sudut Pandang Pemilihan

Di tulisan saya sebelumnya tentang digital archive management, saya tuliskan coming soon yah karena coming soon, masih dalam tahap penggojlokan maaf. Mungkin agan sekalian bertanya  kenapa saya menuliskan judul ini,  karena memang tulisan ini mengenai permasalahan gw tentang pemilihan "dimana gw tinggal di kota besar ini"...sekaligus mungkin bisa juga jadi ajang sampah menyampah yang lebih banyak daripada sekedar mikroblogging, tapi karena ini era go green semoga sampah gw ini bisa di daur ulang dan bermanfaat untuk kalian semua.

yang pertama yang terlintas di benak gw adalah Apa yang di MAU sama gw untuk tempat tinggal. yah ini merupakan sebuah bentuk keinginan (bukan kebutuhan, tolong bedakan) tentang idealnya seperti apa sih tempat kos yang gw pengen. hanya saja berbekal rasa ke-ironis-an yang mendalam kenapa hasil searching gw tentang "tips memilih tempat kost" persoalan jarak selalu menjadi ada di urutan no.1 ?? seperti yang ane kutip dari salah satu blog "Jarak tempuh tempat kerja/kuliah merupakan salah satu pertimbangan yang seharusnya anda pikirkan. Pastikan jaraknya sekitar 10 menit sampai tempat tujuan". (http://hiasanrumah.wordpress.com/tag/tips-memilih-kost/). Nah kalo hal ini 10 menit dari tempat tujuan rata-rata tempat kost, dengan hitungan jarak 10 menit dari tempat kerja gw rata-rata tidak sesuai dengan kantong gw, kalaupun sesuai dengan kantong gw yang ada lingkungan tidak nyaman juga kondisi kamar mandi mengkhawatirkan. Hal tersebut menjadi benang merah dan memunculkan beberapa pertanyaan kembali tentang tips ini yakin valid atau bagaimana tentang cara memilih tempat tinggal (a.k.a kontrakan selama belum berniat untuk nyicil rumah yah gan).

Karena sesuai yang gw baca dari beberapa tulisan di dunia maya ini urutan untuk pemilihan tempat kost itu adalah sebagai berikut :
  1. Jarak, jarak tempat kost menuju tempat dimana kita beraktifitas sehari-hari.
  2. Biaya, duit yang harus gw keluarin setiap bulan untuk cuma numpang tidur doank.
  3. Kondisi kost, kondisi tentang hidup layak sesuai dengan yang gw MAU.
  4. Lingkungan, biasanya yang namanya bertempat tinggal a.k.a kost harus bersosialisasi kan?
  5. Fasilitas, ini yang bikin agan-agan sekalian g usah bingung-bingung nyari furniture tambahan.
  6. Cari informasi, ( 2 kata itu yang sampai saat ini gw sedang tulis, masih belum faham kaitan dengan poin-poin sebelumnya apa).
Coba agan-agan sekalian urutkan satu persatu dan fahami juga mungkin maknai (gile bener, apa ampe segitunya gw mikirn hal simple beginian) weits, jangan salah persoalan ini sebenernya menjadi sebuah hal utama yang harus kita semua pikirin, karena secara g langsung hal-hal simple gini juga nantinya bisa mempengaruhi kondisi kita ke depannya (toh, tempat tinggal masih masuk dalam konsep kebutuh primer kan??) karena menurut om wiki :
Papan adalah kebutuhan manusia untuk membuat tempat tinggal. Pada awalnya fungsi rumah hanya untuk bertahan diri.[1] Namun lama kelamaan berubah menjadi tempat tinggal keluarga.[1] Karena itu kebutuhan akan memperindah rumah semakin ditingkatkan.[1]  (sumber : kebutuhan primer)
Nah, selain baju dan makan yang terakhir itu papan (tempat tinggal) jadi jangan sampai salah perhitungan gan (wuiidihh serasa mau bisnis aja, itung-itungan) cukup jelas gan, ibarat dunia bisnis hal pokok inilah yang menjadi modal dasar manusia untuk beraktifitas dan mengais rezeki. Coba agan bayangkan kalo agan gak pake baju sehari-hari, mau dikemanain tuh mukanya, dan juga coba bayangkan kalo agan ga makan atau minum sehari-hari nya, gimana mau berkegiatan yang membutuhkan energi, yang ada malah tidur dan tidur karena lemes.

Balik lagi ke topik,  soal kos/kontrakan/tempat tinggal sementara ini. jadi sebenernya yang bisa kita pilih itu yang mana. karena kalo kita lihat dengan di buat per point seperti itu merupakan sebuah pioritas dalam pemilihan sebuah hal kan?. Pendapat gw sih, mari kita makna poin-poin tersebut sebagai sebuah acuan, yang dimana tergantung selera kita untuk memilih prioritasnya. apakah itu mau menyesuaikan dengan tips-tips itu atau kita buat prioritas sesuai dengan apa yang kita sebut itu MAU...

Tapi terkadang, untuk segelintir orang mendefinisikan kata MAU itu yang susah, jadi ujung-ujung nya yah terpatok dari poin-poin yang ada sebagai sebuah bahan untuk menjadi prioritasnya. Entah itu terlepas dari si penulis membuat poin itu sebagai sebuah prioritas atau hanya untuk memudahkan penulis menjelaskan apa yang dia ingin sampaikan. that means, pentingnya sebuah filterisasi informasi. saking luasnya, saking hebatnya apa yang disebut sebagai MAKNA, yah itu urusan masing-masing pihak. Hanya saja gw disini mencoba menjelaskan pada agan-agan sekalian, tips-tips tersebut yang dibuat menjadi poin bukanlah sebuah prioritas karena ketika saya membaca beberapa artikel di beberapa blog tentang tips memilih kos-kos/kontrakan selalu ujung nya memberikan kata-kata semoga tips di atas bermanfaat bagi anda sekalian.

Yah, menurut pemikiran awam saya sih kalimat tersebut adalah kalimat ajakan, dimana kalo agan-agan sekalian mengikuti berarti bermanfaat kalo tidak yasudah biarkanlah. Hanya saja yang namanya manusia kalo itu disebut tips, berarti yah anjuran kan??anjuran untuk diikuti..heheh...
Makanya klo agan-agan membaca tulisan di akhir ini, yah saya hanya menganjurkan poin ke 6 dari urutan tips pemilihan tempat kos yang saya tuliskan di atas. that's means "CARI INFORMASI" karena dua kata tersebut adalah perwujudan dari 5 poin sebelumnya.

Selamat Memilih...

Kamis, 27 Oktober 2011

Pemikiran Dangkal Tentang Filsafat Ilmu Informasi dan Perpustakaan

              Saracevic dalam Pendit (2003) menyatakan bahwa perdebatan tentang definisi ilmu perpustakaan dan informasi seringkali terpaku pada perdebatan tentang penggunaan istilah-istilah yang terkandung dalam sebuah definisi. Kecenderungan seperti apa yang dikemukakan di atas juga terjadi di Indonesia. Pada hal, sebaiknya perdebatan tidak hanya terfokus kepada istilah tetapi hendaknya dapat menjawab berbagai masalah yang dihadapi oleh ilmu perpustakaan dan informasi berkenaan dengan perubahan yang terjadi.
            Menurut catatan sejarah bahwa Ilmu Perpustakaan jauh lebih tua usianya dibanding dengan ilmu informasi. Ilmu perpustakaan telah dimulai lebih dari 130 tahun yang lalu ketika Columbia University membuka pendidikan pustakawan pada tahun 1876. Ketika itu istilah yang digunakan bervariasi pada masing-masing universitas yang mengelolanya yaitu Librarianship (Kepustakawanan), Library Studies (Studi Perpustakaan) dan Library Science (Ilmu Perpustakaan). Istilah Information Science (Ilmu Informasi) baru muncul sekitar tahun 1959 yang pertama sekali dikemukakan oleh University of Pennsylvania (AS) ketika membuka program studi ilmu informasi (information science). Objek Ilmu Perpustakaan lebih menekankan kepada pengelolaan dokumen, sedangkan ilmu informasi lebih menekankan pada informasi yang terdapat dalam dokumen.
            Filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya. Pengertian lain dari filsafat adalah teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan.
            1. Epistemologi
            menyangkut dasar-dasar dan batas-batas ilmu pengetahuan. Hal ini mencakup argumen yang kuat untuk menyatakan sesuatu sebagai ilmu pengetahuan atau bukan dan mengemukakan batas-batas yang jelas dari ruang lingkup suatu pengetahuan.
            H. Curtis Wright (1977) berpendapat bahwa informasi merupakan subyek dari ilmu filsafat, mengingat dasar non-materil dan non-fisiknya. Joseph Z. Nitecki (1993) memuji Wright untuk dalil bahwa kepustakawanan berpusat pada pikiran manusia yang direkam dalam dokumen atau media lainnya yang selanjutnya menjadi bahan perpustakaan (library materials) dengan asumsi bahwa filsafat dapat tergantung baik pada urutan, susunan dan bentuk, atau pada substansi dan muatannya (content).
            Dari pendapat di atas dapat disimak bahwa akar ilmu perpustakaan adalah berpusat pada pikiran manusia yang berupa pengetahuan, gagasan, kreasi dan sebagainya yang direkam dalam berbagai media, termasuk yang bersifat tacit maupun non tacit. Media yang merekannya disebut dokumen dan selanjutnya akan menjadi bahan perpustakaan (library material), setelah perpustakaan melakukan kegiatan akuisisi dan diorganisasikan, disimpan dan dilayankan.
            2. Ontologi
menyangkut sifat dari obyek dan subyek yang dikaji dalam bidang ilmu. Dalam bidang ilmu perpustakaan hal yang dikaji terkait dengan :
(a) Perpustakaan sebagai suatu institusi, mencakup organisasi perpustakaan, perkembangannya, peranannya dalam masyarakat, serta sumbangan perpustakaan pada sejarah manusia.
(b) Organisasi koleksi perpustakaan termasuk cara mengolah, menyimpan serta temu kembali sebaik, secepat dan semurah mungkin.
(c)  Pengawetan buku dan bahan pustaka lainnya.
(d) Penyebaran informasi serta jasa perpustakaan lainnya untuk kepentingan umum.
(e) hal-hal lain yang terkait dengan perpustakaan serta jasa perpustakaan (hal ini lah yang menjadi konsen sebuah perkembangan paradigma ilmu perpustakaan hingga sekarang ini.).
            Apakah yang dikaji oleh ilmu Perpustakaan?. Jawaban yang paling gampang dan tepat untuk pertanyaan itu adalah, informasi merupakan kajian mendasar dari ilmu perpustakaan. Perpustakaan sebagai salah satu institusi yang bertugas mengumpulkan, mengolah, mengelola, melayankan dan/atau mendiseminasikan berbagai jenis sumber daya informasi yang mencakup berbagai subyek yang tidak dapat dibatasi dengan bidang dan kajian tertentu. Herold (2001) menyatakan bahwa informasi kelihatannya adalah ubiquitous, diaphanous, a-categorical, discrete, a-dimensional, dan knowing.
  1. 1.      ubiquitous,
       Informasi terdapat dimana-mana, mudah menyebar dengan bantuan teknologi dan adakalanya sulit terjangkau oleh pemikiran manusia.
    2.      diaphanous
        Berhubung dengan keberadaannya, salah satu daya yang terdapat dalam informasi adalah membuat suatu pengaruh, sekalipun informasi adalah sesuatu yang bebas atau yang tidak terikat.
    3.       a-categorical,
         Informasi terbentuk tanpa definisi awal ke dalam struktur dan susunan yang pasti dan tegas urutan-urutan atau pengelompokannya dalam berbagai cara yang istimewa.
    4.      discrete,
        Informasi dapat mengikuti urutan bilangan bulat aritmatika, Kuantitas informasi dapat dihitung secara terpisah, Selain ukuran kuantitas, makna informasi dapat memainkan peran diantara pikiran dan persoalan, baik berupa interaksi antara pikiran-pikiran yang terpisah dan berasosiasi dengan
          media fisik.
    5.       a-dimensional,
         Bentuk informasi ada kalanya dimensional (terukur) maupun a-dimensional (tak terukur). Dimensional (terukur); Misalnya dalam kajian bibliometrika dapat diukur seberapa banyak suatu artikel atau jurnal ilmiah disitir oleh penulis atau peneliti tertentu
    6.      dan knowing.
          Studi informasi telah sejak lama saling berkaitan dengan proses belajar dan ilmu pengetahuan.


         3. Metodologi
Menyangkut bagaimana melakukan penelitian dalam bidang ilmu tersebut, sehingga dapat menjalankan sebuah alur penelitian, pendekatan penelitian juga memunculkan sebuah design penelitian. selain itu juga kerangka pemikiran para peneliti bisa terarahkan, dan menghasilkan sebuah padanan penemuan penelitian untuk mengembangkan ke-ilmu-an ini. metodologi dalam ilmu informasi dan perpustakaan, sepengetahuan saya banyak mengambil dari ilmu-ilmu sosial, humaniora, dan matematis. sehingga semua komponen dalam pendekatan-pendekatan tersebut dapat dipakai, dikarenakan landasan ilmu ini adalah multidisipliner.
      

Sumber : Pendit, Putu Laxma. 2009. Bahan Ajar Studium Generale, Apa Yang Selama Ini Dikaji Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Disampaikan dalam Studium Generale di Hotel horison Bandung Tanggal 25 Juli 2009.

WARNING !!

PLAGIAT ADALAH TINDAKAN YANG BISA MENDAPATKAN SANKSI BACA SENDIRI UU RI No 19 TAHUN 2002 BAB XIII Ketentuan Pidana Pasal 72, APABILA MAU MENGOPI-PASTE TULISAN DISINI GUNAKAN SITASI YANG BAIK DAN BENAR